Showing posts with label Giveaway. Show all posts
Showing posts with label Giveaway. Show all posts

Jun 13, 2013

Aga dan Lita


Aga berlari saat melihat perempuan berambut se bahu itu duduk tenang di kursi taman sambil membaca sebuah buku. Lima kali Aga kembali melihat jam di tangan kanannya. Dalam hati ia sangat menyesal karena waktu yang ditunjukkan semakin membuatnya marah pada dirinya sendiri. Pertama kalinya Ia membuat janji dengan perempuan yang dia senangi, namun harus berakhir dengan sebuah keterlambatan!

Tindakan bagus Ga! Hardik hatinya sendiri.

Langkah Aga perlahan berhenti. Mengatur nafasnya. Pandangannya kembali di arahkan pada perempuan yang masih asyik membaca. Aga ragu untuk meneruskan langkahnya. 

Satu setengah jam apakah bisa dimaafkan? hatinya gusar.

Lita, nama yang membekas saat pertama kali Aga berkenalan dengan mahasiswi Sastra Indonesia pada kepanitian perayaan budaya fakultas. Aga mengenalnya secara tidak sengaja saat Lita tiba-tiba saja meminta bantuan untuk mengambil konsumsi . 

"Aga katanya kamu suka baca sastra lama, aku punya beberapa. Minggu depan kita ketemu di taman ya,” ungkap Lita. 

Aga mengangguk. Ia bersyukur perbincangan saat bersama  mengambil konsumsi berakhir pada ajakan diskusi sastra lama.

“Lita aku sangat menyesal datang terlambat seperti ini,” ucap Aga setelah berdiri di depan Lita.

“Terima kasih atas waktunya aku jadi bisa menghabiskan satu novel untuk bahan diskusi,” Lita tersenyum.

Aga tidak bisa menebak seperti apa bentuk hatinya saat itu. 


Jun 11, 2013

Listen


Pic from here

Steve bersemu merah saat membaca selembar surat yang baru saja kuberikan padanya. Sesekali senyumnya semakin melebar dan memperlihatkan deretan gigi yang rapi. Membuat wajahnya itu selalu membuatku bahagia. Aku dan Steve sudah bersahabat sejak kecil. Setiap harinya tidak ada cerita dalam catatan harianku tanpa menyertakan nama dan tingkah lakunya yang membuat hati ini berdesir hebat. Entah apa.  

Setiap harinya aku hanya ingin selalu melihat senyumnya yang ceria. Apapun akan aku lakukan untuk membuatnya seperti itu. Senyumnya adalah semangatku. Bahagianya adalah bahagiaku juga. 

"Terima kasih ya," ucap Steve membuyarkan lamunanku.
"Sama-sama, selanjutnya bagaimana?" 
Steve melipat surat itu dan memasukannya kembali pada amplop berwarna merah muda. Aku masih melihat senyumnya yang masih mengembang. Ada kebahagiaan hinggap di hati.

"Selanjutnya, aku minta tolong lagi ya sama kamu Nis," Steve menatapku dalam. Aku mematung.
"Tolong sampaikan hari minggu nanti Niken ada waktu kosong nggak?" Steve antusias bertanya. Aku semakin mematung, menyadari apa yang telah terjadi.

Harusnya aku mengerti dari awal, perasaan ini tidak akan pernah bisa tersampaikan pada Steve. Walaupun aku sudah tertatih-tatih mengahadapi perjalanan hati ini. Mencoba bertahan, namun pada akhirnya dia tidak pernah bisa menjadi milikku.

“Nisa kamu dengar aku kan?” 
Aku akan selalu mendengarkanmu Steve.

FF ini diikutsertakan dalam Quiz Giveaway berhadiah novel Perjalanan Hati


Jun 10, 2013

Silent Heart

diambil dari sini

“Aku suka membaca blogmu, jadi silent rider sih. Gaya ceritamu  semakin keren tidak seperti dulu,”  Ken terus berkomentar tak bisa ku sela.

“Dulu pas masa kuliah, kamu suka nangis dan melaporkan padaku bahwa cerpen yang kamu kirim ke majalah ditolak. Tapi sebenarnya kamu ingin aku traktir kan? Hahaha,” Ken semakin tidak menguasai diri. 

Beratus pasang mata memperhatikan kami berdua. Aku semakin merasa risih dan menyesal telah datang ke acara reuni fakultas ini. Aku beranjak pergi dari ruang pertemuan.

“Bukannya waktu yang merubah segalanya Ken? Kenapa kamu bahagia sekali membahas masa lalu. Bukankah kita hidup di masa ini? ” aku menanggapi sekenanya sambil berjalan menuju tempat parkir. 

Ken segera menarik lenganku. Memaksaku berhenti. Melepaskan kaca mata hitam yang kupakaii dan dia berhasil menatap kedua mataku dengan penuh. Jarinya bergerak ke arah mata. Aku meringis saat jarinya mengenai memar di kantung mataku. 

Ingin rasanya menangis, namun semenjak kamu pergi tanpa mengabariku. Aku tidak ingin menangis lagi. Aku sudah berhasil menapaki perjalanan hati ini dengan tertatih-tatih! Aku ingin kamu bahagia mencari belahan hatimu sendiri.

“Kamu baik-baik saja kan dengan suamimu?” Kali ini Ken bertanya sambil berbisik.

Hatiku pecah! Begitu sakit dan rasanya benar-benar ingin menangis kembali dihadapan Ken. 

“Tolong aku Ken,” bisikku perlahan.


Jun 8, 2013

Saling Menemukan

     Suatu hari aku akan menemukan mu. Pasti. Sebuah kalimat penutup surat cinta itu membuat Kapten Bhirawa sulit memejamkan kedua matanya. Ia kembali memeluk erat surat cinta yang sudah menemaninya bertahun-tahun. Saat memeluknya terbayang wajah manis perempuan bernama Lira. Hatinya semakin berbunga-bunga saat teringat kejadian tadi pagi setelah satu jam kedatangannya di Surabaya. 
                                                   ~.~.~
     "Lira?" Kapten Bhirawa sedikit ragu saat menyapa seorang perempuan yang sedang menggendong anak kecil sedang antri memesan lontong balap. Perempuan itu menoleh, senyum yang tadinya berkembang tiba-tiba menciut setelah melihat sosok Bhirawa dengan jelas. Bhirawa kembali tersenyum lebar pada Lira dan anak kecil yang merengek minta lontong balap. Ada perasaan yang tak bisa dijabarkan saat menyadari bahwa mereka berdua kembali dipertemukan setelah bertahun-tahun lamanya. Keduanya mempunyai segudang tanya dalam hati yang ingin segera dimuntahkan. Masihkah teringat pada sebuah janji?
                                                    ~.~.~.
    Malam semakin sunyi. Bhirawa tidak sabar menunggu datangnya esok hari, memperkenalkan dirinya pada puluhan anak-anak Lira di rumahnya. Dilihatnya kembali kartu nama yang diberikan Lira pagi itu. Disana tercantum nama Lira Setyorini, Pendiri Rumah Bhirawa.  Rumah sekaligus sekolah bagi anak-anak jalanan. Terima kasih, karena kamu tidak pernah melupakanku,Lira. ucap Bhirawa dalam hati sambil kembali memeluk surat cinta itu lebih erat.
                                                      ~.~.~.
     "Jadi sebenarnya siapa yang berhasil ditemukan?" goda Bhirawa pada Lira. Tawa Lira pecah seketika mendengar pertanyaan itu.Pipinya bersemu merah. Dalam hati. Lira menyadari pertanyaan itu terkait dengan penutup surat cinta yang dibuatnya dulu untuk Bhirawa. Waktu, mungkin dia yang mempertemukan. kilah Lira dalam hati mencoba menyembunyikan perasaannya. Bhirawa dan Lira saling pandang dan saling melempar senyum.

~.~.~.

Jun 5, 2013

Pertama Ikutan Giveaway Langsung Menang!


Berbicara tentang Giveaway, saya baru ikut pertama kali ikutan Giveaway itu saat 2011 hajatannya Mbak Tarry. Pertama ikutan eh langsung menang. Yeay! Saya waktu itu menuliskan Sebuah Pelayaran Kehidupan. Senang sekaligus tidak menyangka baru ikutan langsung menang. Saya memang kerja keras juga sih waktu itu, ngubek-ngubek postingan Love Story nya Mbak Tarry.

Ajang Giveaway merupakan kegiatan yang bisa memacu semangat menulis kita loh. Kadang kita mau menulis tapi susah nulis apa, Giveaway adalah salah satu pemantiknya karena sudah ada tema dan peraturannya jadi tulisan kita akan lebih terarah. 

Banyak ajang Giveaway tiap bulannya, ikuti aja buat sarana belajar nulis dan update blog. Dibawa enjoy, kalau masalah tali asih (hadiah) mah ya kalau kita nya maksimal pasti nyamperin.
Eh kenapa juga bahas kesini.

Intinya ikutan Giveaway itu menyenangkan. Bisa baca tulisan peserta lain yang tidak kalah seru. Promosi lagi ah, bentar lagi dalam rangka ultah blog ini yang ketiga. maka akan diselenggarakan Giveaway pertama kalinya :D

Tunggu tanggal mainnya. 

#HuntingHadiah dulu


Selamat Liburan


Happy Blogging


-Arr Rian-

Jun 4, 2013

Insya Allah Kita Akan Wisuda Bareng!


"Gimana Skripsi nya?" aku sedikit ragu bertanya hal sensitif ini pada Sam. Pasalnya sudah menginjak hampir tahun ke tujuh, skripsinya masih belum selesai. 
"Belum fokus mengerjakan skripsi karena sedang mengerjakan tugas lain," jawab Sam singkat.
Sudah. Begitu saja percakapan yang  biasanya terjadi apabila sesekali bertemu seusai shalat Magrib di Mushola dekat kontrakan saya. Kebetulan rumah Sam dekat dengan kontrakan saya. Dulu kontrakan saya dicarikan oleh Sam.

Beberapa percakapan singkat ini menjadi aktifitas yang sangat tidak menyenangkan bagi saya, mungkin juga Sam.
Ah. Sudahlah semoga bisa segera diselsaikan. Lagian saya juga sedang sibuk menyelesaikan Proposal Tesis saya. 
Sejenak hati saya kemudian kembali bergemuruh.
Kenapa tidak segera diselsaikan? apa tidak ada waktu? apa tidak sayang dengan orang tua yang sudah berkorban materi biaya perkuliahan per semester?....
Orang tua. Ah mengingat orang tua membuat hati saya tidak bisa menerima kalau ada yang menyepelekan kuliah padahal biayanya dari orang tua! Hati saya digempur berbagai pertanyaan yang terasa sebagai tuduhan pada Sam. Padahal hanya dipicu percakapan standar dan singkat selepas magrib. Saya beristigfar berkali-kali. Meminta perlindungan pada Allah agar dijauhkan dari sifat tercela.

Hati saya melunak dan teringat akan Sam saat pertama kali bertemu dengannya di pendaftaran ulang. Sahabat pertama yang saya temukan saat saya merasa benar-benar sendiri di Malang. Sahabat yang selalu menjadi tempat curhatan dan pengkoreksi saat pendapat saya salah. Sahabat dan keluarganya yang tulus memberikan Sepeda pancal mereka untuk saya pakai ke kampus.

Perasaan saya tiba-tiba sesak dan haru.Ya Allah. Sudah berbuat apa saya terhadap Sam? apakah hanya dengan bertanya selintas dan membiarkan hati bergemuruh sendiri akan menyelesaikan solusi? Tidak tentu saja. 
Sejenak berfikir dan mengambil inisiatif untuk berbincang dalam waktu lebih panjang. Cara ini dilakukan untuk bisa lebih memahami permasalahan yang dihadapi Sam.

Maka suatu hari saya mengajak Sam untuk bersama menghadiri Walimahan salah satu sahabat kita berdua. Berharap di sepanjang perjalanan saya bisa lebih banyak mengeluarkan uneg-uneg dalam hati Sam. Hanya waktu seperti ini saya bisa berbincang lebih banyak dibandingkan hari-hari biasanya, dimana saya sibuk kerja dan kuliah. Sam dengan aktifitas segudangnya juga.
Sepanjang perjalanan itu pula saya kemudian tersadar dan mengetahui bahwa Sam perlu motivasi dan tentu saja arah dalam menyelesaikan skripsinya itu. Memulai langkah pertama itu menurutnya sangat sulit.

"Bagaimana kalau setiap malam kita belajar bersama," cetus saya setelah Sam selesai mengeluarkan curhatan hatinya. Sesaat Sam masih mencerna perkataan saya.
"Kita berdua kan sekarang nasibnya sama, sama-sama mengerjakan tugas akhir," tambah saya.
Tawa diantara kita berdua pecah bersamaan. Ada perasaan yang begitu hangat menyebar ke seluruh sendi. 
"Ayo wujudkan mimpi kita. Wisuda bareng!" tegasku.
"Bersama Pendamping Wisuda (PW) kita masing-masing?" tanya Sam usil.
"Bisa diatur," jawabku singkat.
Kembali tawa itu pecah. Tergelitik dengan istilah PW yang menjadi sisipan pelengkap mimpi. Saat wisuda sudah ada istri yang mendampingi. Aih. #Skip :P

Perbincangan dari hati ke hati itu, Alhamdulillah perlahan-lahan bisa direalisasikan. Sam beberapa malam sering mengerjakan Skripsinya di kamar saya. Kadang sampai larut malam. Bila bosen diselingi dengan diskusi yang ngalor ngidul yang kadang membuat tertawa lepas. Hahaha.
Sam mulai serius mengerjakan Skripsinya. Perasaan senang tentu saja menyelimuti hati saya. Saat Sam melaporkan bahwa kalau semuanya dijalani dan dicoba akan membuahkan hasil. 
Malam ini (4/6) Sam baru saja mengerjakan revisi dari dosen pembimbingnya dan InsyaAllah bulan Juni ini Sam akan melakukan penelitian lapang dan  kita optimis perjuangan akan berakhir bahagia saat Agustus saat penutupan semseter.Aamiin.
Sebelum Sam pulang saya kembali sampaikan kepadanya bahwa InsyaAllah kita akan wisuda bareng. Sam hanya menjawab dengan senyuman lebar. ^‿^

Ket:
Sam adalah nama samaran sahabat saya. Adapun cerita adalah pengalaman pribadi yang benar-benar terjadi dengan gaya cerita sendiri. 
gambar dari sini

May 8, 2013

Telur Mata Sapi

Saat saya sibuk menjelajahi dunia maya pagi ini. terdengar suara-suara berisik di dapur. Teman saya ternyata sedang (tugas piket) memasak di hari libur. Tercium sebuah aroma yang begitu menghibur dan membuat berbagai perasaan tercampur.Aroma goreng telur.
gambar pinjam disini
Saya begitu menyukai aroma telur yang sedang digoreng. Karena mengingatkan saya pada kenangan masa lalu. Kenangan saat saya masih kelas satu Sekolah Dasar (SD). Waktu itu ada acara babacak (makan bersama-sama satu kelas) dengan membawa bekal makanan yang sudah ditentukan menunya. Kebetulan waktu itu menunya adalah telur mata sapi.

Sejujurnya baru pertama kali itu pula saya dengar istilah telur mata sapi. Mungkin saya karena tinggal di desa dan kurang melek informasi. hehe :) Saya membayangkan bahwa nanti ada perpaduan antara telur dan mata sapi, lalu digoreng? (jadi ingin ketawa mengingat pikiran kecil saya dulu) :P. Begitupun dengan Ibu saya. Beliau sepertinya kebingungan dengan istilah menu telur mata sapi saat saya sampaikan setelah pulang dari sekolah. Ibu saya tidak terlalu update dengan istilah-istilah masakan. Beliau ini masak berdasarkan resep yang turun temurun. Namun saya akui masakannya adalah yang paling nomor satu di dunia. :D

Pagi-pagi sebelum  berangkat ke sekolah saya mencium aroma telur yang digoreng. Saya menghampiri dapur. Terlihat Ibu sedang sibuk menggoreng telur. Menyiapkan nasi dalam wadah bekal. Aromanya begitu lezat, selain telur ada juga aroma bawang dan kecap manis. Ibu selesai menggoreng telur lalu memasukannya ke wadah bekal, terpisah tempat dengan nasi. Ibu juga menyiapkan telur mata sapinya khusus buat wali kelas. Ini tradisi, saat babacak kita juga perlu memberi kepada guru, sebagai ungkapan terima kasih.

Sebelum wadah bekalnya ditutup, buru-buru saya ingin melihat telur mata sapi buatan Ibu. Oh telur mata sapi itu seperti yang biasa Ibu masak, cuma ada taburan irisan bawang goreng dan siraman kecap. Begitu kesimpulanku setelah melihat karya Ibu. Ibu tersenyum saja dan melepasku pergi ke sekolah.

Saat di sekolah semua sudah membawa bekal masing-masing. Acara babacaknya pun dipusatkan di depan perpustakaan yang memiliki teras luas. Sebelum dimulai saya memberikan telur mata sapi yang dikhususkan untuk wali kelas. Setelah berdoa, kita bersama-sama membuka bekal masing-masing.

Alangkah kagetnya saya! saat melihat bekal telur mata sapi teman saya itu berbeda bentuknya dengan yang saya bawa! Oh, tidak hanya satu teman yang berbeda dengan saya, semua! Bentuk kebanyakan telur mata sapi yang saya lihat adalah ada kuning telur yang masih terlihat utuh di tengah gorengan putih telurnya. Tidak seperti saya yang kuning dan putih telurnya bercampur, tidak ada siraman kecap dan taburan bawang goreng! Doeng!

Saya sedih karena telur mata sapi yang saya bawa berbeda, namun wali kelas  mendatangi saya dan tersenyum lalu bilang telur mata sapi buatan Ibu saya enak sekali.  Apa beliau hanya menghibur? namun saya akhirnya memutuskan memakannya. Benar! enak sekali! Saya pun lahap dan menikmati telur goreng berpadu dengan bawang goreng dan kecap manis itu. Benar-benar enak dan melupakan perbedaan telur mata sapi saya dengan teman lainnya.

Saat pulang sekolah saya bilang sama Ibu telur mata sapinya enak sekali dan saya ingin terus dibuatkan seperti itu kalau mau masak telur. :D Masih ingat  Ibu tersenyum mendengar saya berkata begitu.

Dan tahukah? sampai hari ini pun Ibu saya tidak pernah masak telur mata sapi yang bentuknya standard ada kuning telur yang terlihat ditengah putih telurnya itu, tapi goreng telur yang tercampur putih dan kuning telurnya ditambah taburan bawang goreng dan kecap manis. :D

Ini juga alasan saya sampai saat ini begitu menyukai makanan berbahan telur. Aromanya begitu sangat memikat untuk menghadirkan kembali kisah-kisah bersama Ibu saat di rumah. Ah mungkin juga saya yang berada jauh dari Ibu, bisa sedikit terobati rindunya dengan menikmatitelur goreng:D

Pagi ini saya melihat masakan teman saya, telur goreng. Bukan dadar maupun telur mata sapi, tapi telur yang digoreng dengan tambahan garam saja. Hihi.     Padahal saya belum cerita sama teman saya tentang hal ini, namanya juga anak rantau kalau masak seadanya. Telur goreng semakin mantap saat ditambah kecap yang selau saya sediakan. 

Sarapan pagi ini semakin menambah kerinduan yang mendalam pada Ibu tercinta.

I Miss You Mom, :')


Dec 6, 2012

hujan desember

gambar dsini

rambut indahmu seakan jatuhan hujan yang menari di bulan desember,
utuh menyatu bersama senandung angin sore

meniupkan kata rindu yang sering kamu titipkan pada titik-titik air hujan,
utuh menyapaku bersama luapan rasa yang sama

menetes perlahan pada hati yang sama-sama sepi,
utuh memenuhi setiap jengkal detik kesendirian

bila detik mampu ku tahan
akan ku sisipkan rinduku ini
pada satu titik hujan

biar jatuh,
tepat pada rambutmu
sebagai dekapan rindu


yang tak ingin lepas



Note: "Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi"

Nov 15, 2011

Arraundus

Arraundus?
Judul postingan apaan itu?
Maksutnya itu Wedus?
atau Ingus?

Nov 11, 2011

Dear Pahlawanku: Teruntuk Pak Heru

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam Semangat Pak Heru,

Bagaimana kabar Pak Heru? Semoga Allah senantiasa memberikan kasih sayangNya dan Alhamdulillah, hari ini Sabtu (12/11) adalah tanggal lahir bapak. Semoga umurnya barakah dan selalu menjadi guru penyemangat dalam menulis sastra. Saya hanya bisa memberikan doa pagi ini.

Lukisan Lembayung Senja

Bola raksasa panas itu perlahan mulai beranjak turun, cahayanya semakin meredup terhalangi awan hitam menggulung dilangit senja, menciptakan lukisan lembayung keemasan. Udara sore itupun datang dengan membawa asap-asap dari cerobong kereta ekonomi dari arah barat. Kereta Matarmaja.

Matarmaja adalah kereta api ekonomi jurusan Malang-Jakarta. Namanya merupakan akronim dari nama-nama kota yang dilewati, yaitu Malang, Blitar, Madiun, dan Jakarta Pasar Senen. Namun kereta ini sedang menuju ke arah timur sekarang, menuju kota Malang-Jawa Timur. 

Nov 4, 2011

Pengalaman Pertama:Karyaku diBUKUkan

Ini pertama kalinya catatan patah hati tokoh dalam cerita saya berhasil diBUKUkan. Saya sangat senang ketika melihat pengumuman Daftar Penulis yang masuk #11 Projects 11 Days Hari Pertama @nulisbuku ada dua catatan patah hati tokoh saya yang sudah digabungkan dengan karya teman-teman yang lain. Ya, sebuah kumpulan cerita. Ada dua buku, Informasinya bisa dilihat disini Coba cari yang @arr_rian.
Catatan patah hati maksutnya?

Nov 1, 2011

Man And The Moon: Learning From Universe

Semangat Pagi Sobat Bloggers!
Semoga tetap semangat juga ya meraih mimpinya hari ini! Aamiin.
Setiap saya posting pagi-pagi pasti ada Sobat Blogger yang langsung menyapa di kotak komentar. "Selamat pagi dan selamat beraktifitas," saya sangat senang sekali dengan komentar positif seperti itu. Komentar seperti itu tentu saja bisa menambah semangat dalam menjalani aktifitas. Eh Siapa sobat blogger itu?

Oct 31, 2011

Cara Asyik Bermain Teka-Teki

Menjadi seorang blogger tidak hanya menuliskan semua pemikiran dalam kepalanya. Terkadang perlu juga mengasah otak agar tidak terlalu cenat-cenut dengan ide yang berjubel. Sebuah teka-teki ringan mungkin perlu dicoba.

Selama ngeblog saya baru kali ini mengikuti sebuah teka-teki yang sebenarnya mudah untuk dijawab. Namun, kok otak saya tiba-tiba sangat lama sekali loadingnya. Padahal menjawab teka-teki itu kan tinggal baca dengan seksama pertanyaannya. Terus perhatikan petunjuk yang dirasa ganjil. Nah itu jawabannya. Biasanya saya berfikir seperti itu. Namun untuk yang satu ini. Otak saya tidak mau bekerja.

Oct 19, 2011

Surga ada dibawah telapak kakimu, Ibu

Ba’da Ashar. Gerbong kedua Kereta Matrmaja.

Akhirnya setelah mencari kursi kosong, Aku bisa merebahkan badan di kursi panjang berkapasitas enam orang. Sebelumnya telah terisi lima orang, dua orang perempuan dan tiga orang laki-laki. Didepanku seorang laki-laki berumur 30an akan pergi ke Tegal bersama istri dan anak perempuannya. Sebut saja anak perempuan kecil itu bernama Chika berumur lima tahun.

Ditengah perjalanan Chika tiba-tiba menangis. Meronta-ronta dalam pelukan ibunya. “Nenek dimana?” tanyanya sambil menangis. Keras. Ibunya terlihat panik. Seperti tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk membuat Chika berhenti menangis.

Oct 16, 2011

Bersabar: Kunci Keberhasilan Mendidik Anak

Sudah lima hari saya tidak mendengar lagi ocehan dan rengekan minta nonton film kamen rider dari seorang bocah laki-laki bernama Daffa. Ya, dari hari Kamis (13/10)  sampai hari ini Senin (17/10) Daffa dan Mamanya  masih berada di Bandung. Sedang silaturahim ke sanak saudaranya. Entah ada suasana sepi yang menyelimuti kontrakan yang kutempati ini.

Tidak ada lagi suara rengekan Daffa yang malas mandi pagi, tidak ada lagi cerita pagi Daffa yang membuat neneknya tertawa lepas, tidak ada lagi balapan antara Saya dan Daffa di waktu pagi untuk keluar dari rumah. Hey, tiba-tiba  saya jadi rindu Daffa. Padahal sebelum Daffa pergi ke Bandung saya sempat menyimpan rasa kesal dan marah padanya. :’( Kenapa saya marah?

Oct 11, 2011

5 Menit Jadi Detektif

Lima Menit lagi..Ah Ah Ah...
Lima Menit lagi dia mau datang menjemputku....
#Loh kok jadi nyanyi Manis Manja Group? #Guyur Air Kutub.!! Berr.....
Hahahahahhaa. Hai Sohibubloggers semua. Apa Kabar di hari ini? semoga selalu SEMANGAT!!!!

Baiklah lupakan lagu itu. Segera merapat kemari. Ada permainan keren yang sayang kalau tidak Anda ikuti. Apaan tuh? 
Jadi detektif. Cukup lima menit saja. 
Terus caranya gimana?

Oct 9, 2011

Sebuah Pelayaran Kehidupan

Kehidupan adalah sebuah pelayaran, akan banyak lautan yang disebrangi, ombak yang menghalangi dan pelabuhan yang disinggahi. Tentu saja, sebuah kapal akan diarahkan untuk menuju pelabuhan terakhir bagaimanapun caranya. Karena di pelabuhan sana, mata air kehidupan menanti untuk direguk dan harapan menanti untuk diwujudkan setelah perjuangan panjang menyebrangi lautan yang begitu luas. 

Saya ingin menuliskan sebuah kisah nyata, bagaimana perjuangan seorang perempuan dalam melakukan pelayaran kehidupan ini. Pelayaran kehidupan yang digerakan oleh kekuatan cinta yang tinggi. Sebuah Love Story yang akan memberikan hikmah berharga dan bisa dijadikan bekal dalam menempuh sebuah pelayaran kehidupan kita.